BELLA DAN ADIKNYA BEROBAT GRATIS DI UPT KLINIK HEWAN PEMROV SUMATERA UTARA

UPT. KLINIK HEWAN PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA UTARA
"Kak Dika, besok kita ke klinik itu ya!" Ucap Nida hari Jum'at, 1 Februari lalu.
  Fyi, kak Dika adalah panggilanku dirumah.

"Senin aja dek, kakak sore ini mau ke Binjai lagi naik motor (kereta)!" ucapku menolak. 

Wajar aku menolak karena memang hari itu aku harus menyimpan energi lebih banyak karena sorenya harus menempuh perjalanan 1 jam menuju rumah Dini di Jalan Binjai karena Sabtu tanggal 2  dan Minggu tanggal 3 aku harus kerja makeup. 

Hari ini, tepatnya hari Senin, Nida menagih janji (dia kalau menagih janji layaknya debt Collector) hahahhaha. Setelah mengantar Niza ke Ring Road aku kembali ke rumah dan mendapati Nida masih lagi melukis mesra contoh-contoh Henna dilembaran putihnya. Aku mengingatkannya untuk bersiap-siap karena lokasi klinik itu di Jalan Gatot Subroto sama seperti jarak tempuh mengantar Niza yaitu 1 jam pulang pergi. 

Jujur ya, untuk menunggu Nida bersiap-siap dan memberi makan kucing  telah membuatkku tertidur dan sempat bermimpi, hahaha. Setelah memasukkan Kucrit, PomPom dan Kunkun ke kandang, kami pergi dan berangkat membawa Bella dan adiknya menuju klinik tersebut. Menggunakan tas gendong khusus kami berangkat dan bersyukurnya mereka berdua tidak rewel dan hanya berteriak-teriak manjah saja. Mungkin lafar(lapar) atau fening (pening). 
Tas khusus gendong kucing (boleh pesan ke saya ya!)
Kami berdua mengambil jalan pintas menuju lokasi klinik dari Jalan Garu lalu menuju simpang empat lampu merah Jalan Kapten Muslim sesuai Instrusi Nida, si GPS gratis ane. Hahahaha.

Eh, saat berbelok kanan menyusuri Jalan Gatsu menuju Manhattan kata Nida lokasinya di depan KODAM. Tahu begitu aku lebih memilih mengambil jalan dari jalan biasa aku mengantar Niza. Jauh jalan Spacy ini karena GPS lagi error hahaha.

Nah, saat memasuki gerbang DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PETERNAKAN PROVINSI SUMATERA UTARA, kami masuk dan terus mengendarai kereta menyusuri jalan yang hanya cukup untuk sebuah mobil saja, sesekali kami lirik kanan kiri dimana berdiri perumahan warga, dan ada juga insfstruktur yang tersedia untuk digunakan tapi tidak dirawat cocok juga untuk lokasi foto jadul saking semaknya (silahkan datang sendiri untuk melihatnya karena kami tidak sempat memotonya), kami terus berjalan lambat dan sampai di penghujung jalan  sesuai informasi dari Pak Satpam dipos masuk. Di hujung jalan tepat disebelah Kanan kami,  berdiri megah gedung 2 lantai dengan halaman yang dihiasi pohon dan bunga. Cuaca cerah sekali plus fotografernya profesional (Nida bukan aku ya) sehingga foto ini terlihat keren ya guys!, hahaha.
View depan Klinik Hewan yang kami tuju 
Sekilas terlihat mewah karena gedungnya 2 lantai. Rapi dan bersih itu adalah kesan pertama melihat gedung ini, masuk kedalam saja kita harus meletakkan sendal atau sepatu dirak yang disediakan dan dianjurkan menggunakan sandal yang tersedia. Didepan pintu ada tertempel tulisan "Pelayanan Gratis" dan "Dorong"  juga tulisan "BUKA" menunjukkan saat itu klinik sedang buka. 
Pintu masuk klinik dan ada rak hijau untuk sandal/sepatu
Pintu kaca itu sangat bersih guys, ternyata baru buka  ntah baru diresmikan gitulah pokoknya. Sebaik kami masuk rasanya ingin keluar lagi, tau kenapa? nanti aku jawab ya, bayangin deh kalian baru datang ke tempat yang bagus ya, trus kalian berharap tuh orang didalam sikapnya sebagus gedung yang kalian datangin tapi apa yang kalian bayangkan sirna seketika jika si "orang itu" malah kayak kam**t. Songong sekali. 

Jadi, seketika kami membuka pintu kaca yang berkilat bening itu, (ini jujur ya bukan dramatisir) kami malah menatap wajah pegawai dengan ekspresi jutek, sombong, mata sinis dan tidak ada senyum sama sekali. Agama apapun tahu senyum itu ibadah, ini si mbak jutek muslimah ya karena berhijab malah tidak ada senyum, ntah karena dia lagi nahan boker ya! ingin rasanya ku siram butiran debu kewajah mbak berhijab plus gemuk itu (#eh, ini body shaming gak ya?), dalam hati cantikan aku lagi tapi aku mau senyum, situ jelek kok sombong amat!. 

Pegawai yang menyambut kami itu ada 2 orang, salah satunya yang songong itu, sedangkan yang satu lagi ibu-ibu paruh baya berambut pendek, saat itu ibu itu sedang asyik mengetik dan menatap layar komputer. Bahkan saat menanyakan data kucing kami saja, gaya kakak itu ya allah..ketus dan tidak ada senyum sama sekali, sabar aja aku!.

Bagi teman-teman ASN atau honorer yang bekerja dipelayanan masyarakat, bersikaplah profesional, meskipun pelayanan pengobatan gratis ya apa salahnya tersenyum. Anggaran klinik itu juga ada karena ada laporan dan data dari pasien-pasien yang dirawat meskipun hewan. Aku tahu kok anggaran itu cair karena ada prosedur dan data, kalau kalian sudah melakukan prosedur tapi data tidak ada, apa bisa dana cair dari pusat? suka heran deh. Terkadang gaji besar, otak pintar, akal cerdas, wajah cantik jika tidak disertai attitude yang baik semua itu tidak ada artinya. Cari arti attitude biar tahu apa manfaat dari memiliki atitude yang baik dalam keseharian kita.

Abaikan energi negatif dari kakak itu, lanjut pada cerita pengobatan dimana saat kartu sedang ditulis datanya, beberapa orang dokter dan perawat keluar dari ruangan lain, alhamdulillah sekali mereka semua ramah-ramah, bertanya dengan sopan, dan saat kartu ditulis, dan tanpa diminta mereka langsung mengankat tas gendong yang kami bawa kedalam ruangan tanpa mengajak empunya kucing kedalam, apa seperti itu ya? terlalu baik juga saya bingung. hehehe. 
Ruangan Pengobatan Pasien di UPT Klinik Hewan Pemrov Sumatera Utara
Nida terburu-buru masuk ke dalam ruangan berobat meninggalkan kakak jutek yang sedang bertanya data (jujur saya lupa mukanya kakak itu karena tidak ada kenangan manis darinya #eh).😆😆

"jangan pergi dulu!"Ucap si kakak jutek dengan ekspresi flat. 
"Kalau kamu gitu aku juga ogah!" ucapku dalam hati tapi tetap tersenyum pada si pegawai yang menulis.Informasi aja ya, yang menulis data itu adalah orang yang berbeda bukan si kakak Jutex. Melihat situasi itu aku menggantikan nida memberi data. Pegawai yang menulis data pada kartu tersenyum ramah sambil membantu menerangkan informasi yang tidak aku ketahui. 
Kartu Pasien si Bella dan adiknya (Bella = kakak)

Didalam ruangan pengobatan terdapat seekor kucing berbulu kuning sedang diinfus, dokter menanyakan apa saja keluhan dari kedua anak kucing yang kami bawa. Bella dan adiknya baru berumur 3 bulan dan dari ras kucing campuran, kalau didunia nyata bella dan adiknya mirip sekali dengan kucing yang menjadi bintang utama iklan Whiskies. Bella yang memiliki penyakit "bisulan" dikepalanya meronta-ronta saat akan disuntik untuk disedot cairan nanah dibenjolan bisulan kepalanya, tapi Bella terus meronta-ronta kuat meski kuduk lehernya sudah dipegang kuat. Nida saja yang ikut memegangnya terpaksa meringis karena digigit. Akhirnya setelah mencoba beberapa kali akhirnya kepala bela bisa disuntik dengan cairan antibiotik berwarna hitam. 

Aku yang berdiri disisi kiri tak bisa membantu karena adik Bella sedang bersender manja dilenganku setelah diteteskan cairan sejenis antibiotik yang digunakan pada Bella tadi ke matanya, cairan itu berwarna hitam, baunya seperti saleb nosib tapi cair katanya sih itu antibiotik. Baunya itu mirip banget dengan salep hitam karena dulu aku selalu pakai Salep Cap Ichtyol untuk mengobati bisul, Hahahhaa.


Menurut dokter, Bella dan adiknya tidak ada gejala yang serius karena nafsu makannya juga baik. Adik Bella seharusnya disuntik namun bobot badan yang kecil tidak aman baginya jika disuntikkan cairan obat. Indikasi penyakit dari dokter hanya abses dan cacingan dan dokter menganjurkan kami memberi obat cacing Drontal dengan takaran dosis 1 butir pil dibelah 4 dan diberikan pada mereka berdua 1/4 pil setiap 2 minggu sekali. Penggunaan drontal tidak boleh sembarangan karena Drontal adalah obat keras. Takaran obat juga menyesuaikan berat badan kucing. Anak kucing lebih sedikit dosisnya untuk memudahkan pencernaannya dalam lambung. 

Selain obat cacing, Bella juga dianjurkan menggunakan salep ketoconazole yang berfungsi untuk mencegah perkembangan jamur. Setelah Bella dan adiknya diberikan pelayanan medis tersebut kami diperbolehkan pulang. Saat keluar ruangan aku sempat menyapa pegawai yang menulis data Bella dan adiknya tadi, lalu tersenyum pada mbak jutek. Diluar dugaan, mbak Jutex membalas senyumanku. Alhamdulillah meski senyumannya terlihat dipaksa. Biarlah dia, positif thinking sajalah.

Untuk Informasi tambahan, sesuai hasil obrolan bersama dokter itu kalau di klinik ini juga menyediakan jasa steril dan vaksin hewan. Vaksin hewan tidak gratis, dikenakan biaya sebesar Rp. 350.000,- sedangkan untuk steril betina diwajibkan membeli benang jahit sendiri karena jenis benangnya berbeda dengan benang jahit jantan, karena kualitas benang yang terseida  daya tahan benang hanya  bisa menyesuaikan untuk jantan, sedangkan yang betina kita diminta untuk membawa benang sendiri, benang khusus yaitu benang vikryl noomor 1.0. Silahkan beli di toko alat kesehatan. Hal ini dikarenakan benang jenis itu lebih aman dan selamat untuk bagian dalam organ kucing betina. Wajib reservasi dulu dengan dokternya, karena dikhawatirkan waktunya mepet dengan yang lain. Bagi yang ingin reservasi bisa mengirimkan pesan pada saya nanti akan saya berikan nomor dokter terkait reservasi pelayanan steril dan vaksin.

Setelah itu, kami pamit dan membawa Bella dan adiknya pulang, alhamdulillah tidak ada mengeluarkan biaya sepeserpun. Alhamdulillah.

Bagi teman-teman yang punya peliharaan anjing, burung, kucing, sapi, ayam, dan lain-lain, jika membutuhkan pelayanan medis silahkan datang ke :

KANTOR DINAS KETAHANAN PANGAN DAN TERNAK
Jl. Jendral Gatot  Subroto Km. 7
Telp. (061) 8461436, 8474976
http://www.dishanpangternak.sumutprov.go.id
dimasketapangdanpeternakan.psu@gmail.com



Terima Kasih sudah membaca huruf demi Huruf yah guys!
Big Love ❤❤❤
Kamsahamnida , Sarang Haeyo 💓💓


Zikria Budiman | Women of Her Words


#Blog 23| | True Story of My Life | Located :UPT KLINIK HEWAN PEMROVSU, GATOT SUBROTO MEDAN| 07.02.19| 11:30 PM

#vaksin #sterilgratis #sterilhewangratis #sterilkucinggratis #sterildanvaksin #kucingmedan #catlovermedan
Bella si cantik yang sedag bisulan , hehehe


Posting Komentar

20 Komentar

  1. Dokternya ramah2 loh dek zik.

    Mungkin rezeki kakak pas datang ke sana, dokter lagi duduk2 di luar.
    Tempatnya bersih karena si tukang sapu rajin kali mondar mandir. Wkwkwkwk


    Samaan nama kucing kita si bella ya.
    Steril gratis kan?

    Cuma beli benang ya?
    Ok lah.. si bella ku baru lahiran Udah menggatal lagi.

    Agak gede sikit kusteril aja dia..wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. dokternya ramah kaka, pegawai yang duduk dimeja depan itu yang agak2 buat tanduk naik hahaha, jutex banget wajahnya. Alhamdulillah pas pulangnya dia berubah, kalau tidak dah ane foto biar orang waspada ketemu doi.

      Iyah kak beli benang saja kak dari toko alkes, tapi ada bebereapa info benang itu agak mahal dan setara dengan harga steril di klinik hewan swasta, steril aja karena kalau dia beranak kita gk bisa bertanggungjawab kita berdosa.

      Hapus
  2. Penyayang kucing ya mbak, kayak teman saya,dari makanan sampai kesehatan care banget. kerennya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyah, kasian kalo lihat mereka kayak gak terurus karena belekan, mumpung ada peyedia jasanya kita gunakan lah ye kan, milik pemerintah milik rakyat, hihi.

      Hapus
  3. Balasan
    1. your wecome hihi , thank u sudah meluangkan waktunyamembaca blog saya

      Hapus
  4. Bukan bayi aja ya, zaman sekarang tas gendong kucing juga ada 😅

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkkakkakaa iya kak, maklum lom punya roda 4, hahaha tas ini juga mayan mahal hahahaha,

      Hapus
  5. Akhirnya singgah juga ksana 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. aww, thank you udah merekomendasikan hahahha,,, semoga kucing-kuciingnya sehat selalu

      Hapus
  6. Awak kirain Bellanya manusia. Ternyata kucing lucu hihi

    BalasHapus
  7. Kak... Bisa share nomor dokter atau siapapun yg bisa dihubungi kak? Soalnya saya mau tanya-tanya lagi hihi 😁😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. nomor dokter nya tidak ada say, soalnya mereka memang tidak menerima konsultasi begitu langsung dtang biasanya

      Hapus
  8. kak boleh minta nomor dokternya? mau tanya2 soal vaksin hihi
    makasih sebelumnya kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. MAAF bang baru baas hahah soalnya vakum karena sibuk, susah mah dokternya mending langsung datang aja,,

      Hapus