MAAFKAN MASA LALUMU DAN TERSENYUMLAH PADA MASA DEPANMU

#Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi tanpa merugikan pihak manapun. Tulisan ini dibuat sebagai pembelajaran dan intropeksi diri. (Note: Tulisan ini bukan versi detailnya, versi asli lebih ribet alurnya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜)




Mantan..
Mantan..
MANTAN..
Mantan... dan mantan .. membahas mantan pasti tiada habisnya.. bener gak sih?? ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Baiklah, sebelum memulai cerita "mantan" kita perlu ulik dulu apakah arti dan defenisi mantan itu terlebih dahulu.  Sesuai dari beberapa link yang saya kunjungi, mantan itu artinya adalah bekas pemangku jabatan atau  pernah menjabat sebagai (nama jabatan), nah, dari  defenisi tersebut bisa kita ketahui kalau kita mendengar kata "mantan direktur PT X" artinya itu adalah bekas direktur PT X, atau orang yang pernah memangku jabatan sebagi direktur di PT X. penggunaan kata mantan sebenarnya agar terdengar lebih sopan, tapi karena sebagian orang menjadi baper kala menyebutkan mantan sehingga arti mantan tadi terdengar sangat negatif bagi sebagian orang.

Sama halnya jika kita mendengar kalimat "mantan suami si Y" artinya adalah bekas suami si Y, tapi perlu diingat ya! dari semua kata mantan dan gabungan katanya hanya 1 yang tidak ada didunia ini , yaitu "mantan anak" jadi jangan sekali-kali mengatakan atau menyatakan "mantan anak" pada orang-orang disekeliling kita karena ianya merupakan sebuah pernyataan yang tidak sopan.

Kembali ke topik utama, yang ingin saya bahas disini adalah "mantan kekasih". Membaca, mendengar bahkan melihat kedua kata tersebut pasti memberikan kesan tersendiri bagi setiap orang. Mantan kekasih adalah bekas kekasih, atau bisa dikatakan dengan kata yang lebih puitis adalah "masa lalu" hahaha, spontan deh ingat lagu mbak Inul Daratisata ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†.

Masa lalu..
biarlahlah masa lalu..
jangan kau ungkit ..
jangan kau ingat lagi.. 

Eh, malah ikutan nyanyi yang baca ๐Ÿ˜†.



Jadi, dinegara kita tercinta ini seperti yang saya baca dari beberapa media sosial  dan yang saya dengar dari beberapa sahabat ada  banyak kisah bersama mantan yang menjadi kenangan buruk, bahkan menjadi trauma tersendiri bagi sebagian orang sehingga mempengaruhi sdikit banyak kehidupannya.

Saya sendiri juga melaluinya tapi perlu saya tekankan  tidak semua mantan ya guys,  tergantung itu bersama mantan nomor berapa.


C'mon guys!, tidak mungkin selama dengan doi selalu kejadian sial atau buruk saja yang terjadi, benar gak?. hahha.. saya juga begitu.

Jika mantan kamu ada 5 orang, belum tentu semuanya memberikan kenangan buruk bukan??. Saya juga lupa punya berapa mantan, tapi yang saya ceritakan satu orang saja dulu ya ๐Ÿ˜…. Mantan-mantan lainnya akan saya ceritakan satu hari nanti. hehehe


Pada awal tragedi putus cinta  pasti semua yang berkaitan dengan mantan jelek dimata kita, karena kita memang benar merasa sakiiiiiiiiit sekali saat diputuskan sepihak, sehingga semua kebaikan tertutup dengan hal buruk melulu, benar gak say?.




Baiklah, sebelum saya lanjutkan, saya ingatkan terlebih dahulu, jangan menilai mantan saya terlalu buruk ya guys, karena dia juga punya banyak kebaikan, hanya saja saya mengamlami amnesia akut akan kisah cinta akibat doa saya sendiri. 

Awal perkenalan kami dimulai dari bangku sekolah, sekitar akhir tahun 2006 namun kita hanya berteman biasa saja. Saya kenal dia dan dia kenal saya, saya menjaga jarak karena kami berada disekolah berasrama yang tidak dibenarkan berpacaran, dan saya takut akan sangsi disiplin  juga, karena saya tidak mau dikeluarkan dari sekolah karena kasus pacaran.

Sejak itu kami berteman baik. Pernah suatu malam,  saat liburan sekolah dia dan beberapa temannya datang kerumah kakak saya di jalan sampali untuk menemui saya. Sejujurnya saya kaget, niat banget wak!, hahahah. Ini adalah Pengalaman kedua  saya didatangi orang yang menyukai saya bersama teman-temannya. Sebelumnya adalah Mantan pertama, yang mana ia adalah mantan saat saya kelas 1 SMP, sedangkan yang akan saya ceritakan ini mantan kedua saya, yang saya kenal saat SMP kelas 3 disekolah yang berbeda. ๐Ÿ˜

Kami berteman dari kelas 1 SMA akhir sampai memasuki awal kelas 2 SMA, tahun 2007 dia (mantan ke-2) mengirimkan surat dan meminta saya menjadi pacarnya, namun saat itu saya temui dia dan dengan maksud dia bisa mengutarakan langsung, tapi ternyata dia belum segentle itu, saat saya menemuinya diruang belakang GOR, dia hanya tersenyum dan tanpa babibu langsung bertanya apa jawaban saya, saya menolak halus dengan memintanya menjadi sahabat saya saja dan saya sengaja melakukan hal itu karena saya ingin melihat sejauh mana perasaan dia bertahan untuk saya. Saya suka laki-laki yang perasaanya stabil dan gak gampang suka sama yang lain seperti karakter saya yang begitu.  Sejak itu kami akrab, sesekali kami juga pergi ke bioskop Thamrin, bioskop kesukaannya karena lebih aman dan tidak ada razia anak sekolah,  pernah beberapa kali kami berjalan-jalan juga. Saat saya mengenalnya, saya hampir tahu betul sifat dan sikap jeleknya. Memang tidak merugikan saya tapi hanya saja jika ia merubahnya akan membuatnya lebih baik.

Hubungan seperti itu terus berlanjut sampai kami berdua tamat pada tahun 2008 dan kami berdua bukanlah pacaran hanya saja kami dekat dan jika dia ada,  pasti nama saya disebut teman-teman lainnya begitu juga sebaliknya, hubungan sahabat tapi mesra kami berlanjut sampai tamat sekolah. Fyi, saya kenal baik kedua orang tuanya dan kedua adiknya  begitu juga dia juga kenal ibu saya dan saudara-saudari saya. Singkat cerita, sebaik tamat ada suatu keputusan terberat yang saya buat demi masa depannya.



Saya menyembunyikan perasaan yang saya simpan bertahun-tahun demi memenuhi harapan kedua orangtuanya untuk masa depanya. Sejujurnya, ada suatu waktu saya mengobrol dengan ibunya dan jelas nyata rencana orangtuanya untuk masa depannya. Saya sebagai anak yang berbakti, jelas tahu keinginan orang tuanya. Ibunya berharap besar saya bisa menyemangatinya dan memujuknya menerima rencana orang tuanya untuk menyekolahkan dia diibu kota. 

Benar dugaan saya pada awalnya dia keberatan tapi akhirnya setelah pembicaraan panjang, dia tahu sebagai anak pertama dia punya tanggungjawab untuk jadi teladan dan saya juga punya kehidupan sendiri yang harus saya jalani. Kami harus memilih masa depan masing-masing. Bedanya saya punya ambisi merantau tapi tidak ada dana sedangkan dia ingin menetap dikota ini namun orang tuanya memiliki dana dan berharap dia merantau. Sungguh kehidupan yang sangat kontras.  




Akhirnya saya relakan dia menapaki kehidupan barunya diibu kota. Malam saat dia tiba disana, saya menyatakan perasaan saya yang saya pendam selama bertahun-tahun, karena saya sudah suka dengan dia sejak pertama kali saya lihat dia, sorry saya bukan tipe yang mudah menyukai laki-laki. 



Saat itu kelas 3 SMP, saya hanya melihatnya sekilas dan saya penasaran, tapi karena saya anak yang baik dan tidak pernah terlibat sangsi saya fokus pada ujian UN. Memasuki kelas 1 SMA, saya baru mengenalnya dan ada pihak2 yang membantu sehingga kami bisa akrab, sebenarnya saat dia meminta jadi pacarnya saat awal kelas 2 SMA saya senang sekali karena perasaan saya tidak bertepuk sebelah tangan, saya juga tidak mengerti kenapa saya suka, perasaan itu muncul tiba-tiba, saya dulu disekolah termasuk salah satu siswi aktif dan agak terkenal karena mendapatkn beasiswa ujian masuk disekolah itu, menandingin adik-adik setahun dibawah saya. Saya pindahan dari sebuah sekolah di Medan Johor, untuk masuk ke sekolah baru saya melaui 2 tahapan guys. 

Aneh juga kenapa saya tertarik padanya, tapi begitulah, saya tetap menyembunyikannya sampai tamat SMA dan setelah saya menyatakan perasaan saya pada malam itu, sejujurnya dia sempat menyesal dengan keputusan merantau ke ibu kota, namun saya yakinkan dia akan jadi lebih baik disana daripada di kota ini. Saya hanya ingin dia jadi pribadi lebih baik disana. Sejatinya perantau sudah tahan banting dengan kehidupan yang sulit. 

Niat saya ingin membuat dia lebih kuat menjalani hidup jauh dari orang tua. Dia mengerti dan bercerita kalau kedua orang tuanya bangga dia berani merantau untuk kuliah karena dalam akademik dia termasuk biasa-biasa saja dan sejak malam "kejujuran"  itu kami "jadian". Seperti biasa pacaran jarak jauh yang kami jalani awalnya lancar, saat itu dia tidak lulus kuliah negeri yang dipilihnya dan mengambil inisiatif kuliah swasta di Depok, sedangkan saya lulus di PTN kota ini.

Hari-hari kami lalui dengan rutinitas kuliah, dia juga begitu bedanya saya melakukan pekerjaan sampingan sebagai guru les dan menjual pulsa yang penting saya punya uang tambahan selain dari ibu saya. Sejak ayah tiada, hanya ibu saya yang bekerja keras menyekolahkan kami berempat. Oleh karena itu saya bangga saya selalu dapat rezeki beasiswa karena meringankan beban ibu saya.

Komunikasi saya dan dia juga lancar, bahkan ada 1 pesan ayahnya yang saya ingat, "jika kamu merantau maka carilah masjid!" sampai akhirnya saya juga menyusul merantau pada tahun 2009 bulan 7 ke luar kota yaitu Batam, sebuah pulau yang dulu hanya sekali pernah saya dengar namanya dari adik kelas dewi purnamasari dan laras yang tinggal di Kota Batam, kedua junior itu satu team dengan saya, team marchingband  atau dikenal drumband. 

Saya mengorbankan 2 semester yang saya lewati di PTN negeri dan saya bekerja sebagai guru SD di Batam di usia saya 20 tahun, demi keinginan ambisi merantau saya  dan rencana hidup lebih baik. Saat itu usia hubungan percintaan kami memasuki tahun pertama. Waktu berlalu dan berlalu cepat sampai akhirnya tahun 2009 akhir Desember saya habiskan akhir tahun saya di Kuala Lumpur namun saat saya menghubunginya di tanggal 1 Januari 2010 dia tidak ada kabar. Saya pun mengerti mungkin dia liburan. Hal itu berlanjut sampai saya kembali ke Batam, sampai 2 minggu tidak ada kabar apapun, saat itu alat komunikasi yang ada hanyalah handphone saja. SMS dan telpon saya tidak ada yang dijawab, jujur saya bingung sampai akhirnya seorang sahabat saya menelpon dari kota ini, dia seorang cowok yang baik, ayah kami sama-sama sudah meninggal, dia sahabat sejati saya yang menemani saya saat doi diperantauan. 

Siang itu, telepon darinya berdering, saya cepat-cepat mengangkatnya karena saya mendapatkan pesan untuk menjawab telponnya, ada cerita penting katanya.
"halo XY, kenapa tu?" terdengar helaan nafas berat darinya.
"Dik, sabar ya! Pokoknya jangan nangis, aku tau ko kuat!" saya sempat bingung mendengar kata-katanya.
"Engko ni kenapa?!" tanyaku heran.
"Jadi, dik. Aku  kemarin ke warnet buka facebook, aku kaget dik, status si X, pacarmu berubah "berpacaran" dengan si yyyy!". Ucap sobat saya itu. Saat itu untuk internet harus ke warnet guys karena hp yang ada belum mumpuni untuk bersocial media. Hp yang ada saat itu hanya bisa MMS saja. Saya menangis kuat, sobat saya pun menenangkan saya dan meminta izin untuk menutup telepon namun sebelumnya dia sempat menyebutkan nama pacar baru mantan saya. Selama ini dia tidak pernah membuat statusnya berpacara dengan saya, mungkin dia malu atau apa saya tidak peduli, tapi melalui kejadian seperti itu wajar saya tidak bisa menahan sedih.

Sejujurnya , saya tidak menyangka, bagaimana bisa orang yang kita kenal lama, tahu sifat kita, tahu diri kita sepenuhnya dan tahu  keluarga kita, malah menyakiti kita dengan cara seperti itu? dan apa yang saya lakukan? saya menangis guys.. menangis terisak-isak sampai malam hari. Saat itu hari Minggu, dan bagaimana rasanya saat kita terpuruk, tidak ada sandaran lain disisi kita. Terlebih lagi saat itu saya di Batam, ibu saya dikota ini. Saya menangis sejadi-jadinya, hanya teman serumah yang menenangkan, mereka kakak-kakak yang lebih tua 4 tahun diatas saya, yang memujuk saya untuk kuat, padahal kalau diingat-ingat saat itu saya cantik, kurus dan bekerja jelas punya uang, tapi saya yang polos dan hanya mampu menangis guys. 

Sejujurnya sebelum saya putus dengannya saya sempat dijodohkan dengan seorang ustaz di kutacane, tapi karena baru sebulan tamat sekolah saya tolak dengan baik-baik, dan kedua saya dijodohkan dengan abang tiri sahabat saya sendiri, namun saya putuskan tidak mau mempermainkan perasan abang sahabat saya sendiri. Saya tidak mau selingkuh.  Nyatanya malah saya yang diselingkuhi. ๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”




Sekitar 3 hari lamanya saya menangis dan menangis di sebelah dispenser air dirumah kecil yg saya tinggali, saya hampir gila, yang mendengar curhatan saya hanya si XY dan seorang lagi, si T namanya. Keduanya sahabt cowok saya. melihat kondisi saya seperti itu, seisi rumah hanya bisa diam dan mencoba mengerti karena saya juga butuh waktu untuk menerima kenyataan saya disia-siakan. 

Keesokan harinya saya bergegas ke warnet dan jelas disana foto mereka berdua di akun si cewek dan mantan saya. Hancur hati sya melihat foto mereka berdua. Memang kata si XY wanita itu lebih jelek dari saya, tapi kan saya sedih karena apa yang diperjuangkan berakhr seperti itu. Saya hanya terdiam dan berusaha ikhlas jika itu jalannya. Mungkin cowok diusia seperti itu tidak bisa diajak komitmen, dan saya sadar akan hal itu. Saya pulang kerumah dengan air mata berlinang. Orang-orang  yang berselisih jalan dengan saya melihat saya dengan heran. Saya sudah tidak peduli. Sedih  we..๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข

Benar apa yang pernah Alm ayah saya ucapkan, jika ingin sukses fokus dan abaikan lawan jenis. Saya menyesal mengabaikan pesan alm. ayah saya itu. Sekedar info guys! Saya di sekolah asrama dikenal garang dan tidak ramah dengan laki-laki, bahkan saya pernah berantem dengan teman abang saya karena mulutnya yang lancang, maka dari itu yang saya anggap teman dekat hanya segelintir orang dari anak laki-laki angkatan saya atau senior saya.

Kembali ke cerita tadi, tepat tanggal 23 Januari 2010, 4 hari, setelah saya menerima telpon dari Si XY, sahabat saya, saya menerima sms dari sang mantan.


Hape saya saat itu tapi full colour hitam

"sayang.. sayang..!" saya abaikan. Sms masuk lagi ke hape J101i Sony Ericson milik saya, saya lirik isi sms itu. Tetap saya abaikan karena sama isinya dengan sms sebelumnya. Tiba-tiba berbunyi lagi SMS dari dia. Nomor M3.

"sayang.. sayang marah ya?!". Pertanyaan tidak faedah. Kebiasaan dia memang tidak berani menyatakan langsung. 

ya allah, saat itu juga saya bingung mau marah atau bagaimana. Saya balas, dengan rasa emosi dan hati yang sebak menahan tangis. 
"Kenapa sms aku, sana sama si YYY itu, kan dia pacar barumu!". Balas saya to the point.

Saat itu jujur, dengan rasa sedih dan kesal yang teramat sangat, muncul rasa benci saya, benci sekali, padahal saya sudah mencoba memulihkan fikiranposiitif saya, namun saya kalah. Kalah karena emosi dan bisikan syaitan, saat itu bagaimana bisa dia hanya bertanya via SMS tampa mencoba menelpon saya. Mungkin jika saya mendengar suaranya saat itu kemarahan saya seditikit mereda. 

Sejak saat itu, semua nomor handphone dia berubah, dan saya juga merubah semuanya. Keadaan berubah drastis. Saya menjadi seorang yang pendiam dan sangat menutup diri pada kaum adam. Saat itu saya memang harus menyembuhkan diri saya dengan kesibukan-kesibukan mengajar dan fokus pada anak didik saya.

Apalagi saya belum kuliah saat itu, jadi teman-teman saya terbatas. Saya berjuang setiap hari mengobati hati saya, saya sholat dan berdoa untuk dibuat lupa akan mantan, bahkan saya juga berdoa untuk dibuat tidak tertarik pada pria sampai saya selesai kuliah. Rencana saya saat itu menabung untuk kuliah karena pendaftaran dibuka bulan 7 , dan alhamdulillah akhir tahun 2010, allah begitu baik menggantikan 1 orang dengan sahabat-sahabat yang luar biasa, yang begitu menyayangi saya, menolong saya dalam keadaan apapun, bahkan orang tua dari sebagian mereka menganggap saya layaknya anak mereka sendiri. 



Sejak 2010 sampai 2012 saya menutup diri dari para lelaki dan sempat juga gagal berkali-kali dengan beberapa pria yang juga selingkuh dan juga beberapa dari mereka berfikiran mesum, saya tidak tahu apa yang salah pada saya sampai harus bertemu dengan pria-pria tidak benar. Sejujurnya saya bukanlah manusia sempurna yang sabar mengubah seseorang menjadi baik.  

Waktu berlalu dan ntah bagaimana saya lupa, dia tahu nomor saya dan kita ber-sms an kembali. Suatu siang, ada beberapa kali dia sms saya, dan saya yang saat itu masih demen membalas sms dia dengan sopan, dan ternyata dia terciduk pacarnya, sampai dia tiba-tiba nelpon saya untuk meminta saya mengaku sebagai mantannya yang sudah bertunangan, dan saya demi kebaikan dia saya melakukan hal yang dimintanya. Saat pacarnya menelpon saya. Saya berakting ria membodohi pacarnya. Duh, kalau ingat itu saya rasanya kok jahat ya! ๐Ÿ˜„. Sejak terciduk itu dia tidak ada menghubungi saya lagi dalam jangka waktu yang lama. Hanya saja ada beberapa kali nomor baru menghubungi saya ditengah malam, dari suaranya seperti suara si mantan, berat dan ngebass tapi saya cepat-cepat sadar kalau saya tidak boleh baper. 

Akhirnya tahun 2012,  saya berubah profesi dari guru menjadi seorang admin toko oleh-oleh Norainis Batam yang sekarang berganti menjadi Toko Oleh-Oleh annisa,  bekerja pagi sampai malam, lembur sampai jam 8 malam saya lakoni di toko oleh-oleh tersebut, sampai saya pindah ke kantor baru  pada Februai 2013 dan disitu awal mula saya berdoa untuk tidak berpacaran bahkan saya juga berdoa untuk tidak bernafsu lihat laki-laki sampai saat yang tepat, yaitu menikah. Doa saya dikabulkan, beberapa kali pacaran saya tidak fokus dan tidak berminat hahhaa, sampai 2015 saya masih sendiri dengan kesibukan saya. 

Suatu hari, ntah bagaimana ada kejadian yang membuat saya sadar saya harus memperbaiki diri dan silahturahmi saya pada orang lain. Saya lupa, ntah bagaimana saya berkomunikasi kembali dengan mantan saya, dia memberikan nomornya dan saya juga , saya lupa juga hahaha.. parah wak!.

Sejak hari itu, saya sendiri sadar, dendam dan benci tidak ada gunanya. Perlahan-lahan saya ingat budi baiknya pada saya dulu, dia yang dulu pernah membelikan saya sebotol pocari sweat dan menitipkannya pada sahabat saya pada saat saya demam, dia juga yang membantu menyiapkan jawaban UN saya, dia juga yang mengantarkan saya ke mana-mana, bahkan ke lokasi ujian SMPTN padahal saat itu kami diasrama, dia berbohong izin untuk berobat sakut sinusitinya. Dia juga yang mendengar cerita saya, dan memberi support dalam beberapa hal, banyak hal baik sebenarnya yang dia lakukan tapi sejak kejadian patah hati itu, saya memaksakan diri saya untuk harus melupakan setiap kejahatan atau kisah sedih yang diperbuat orang lain pada saya. Saya selalu berdoa dibuat amnesia akan segala hal yang menyakitkan atau tidak penting dan berimbas gampang melupakan hal yang tidak memberikan kesan pada saya. Terkadang orang lain yang mengingatkan barulah saya bisa mengenang kembali. Bisa dikatan trauma healer kayaknya ya, soalnya yang membuat sedih itu karena kita mengingat-mengingat yang buruk-buruk melulu. 


Saya juga dulu sempat membaca buku motivasi chicken soup, lupa judulnya. Saya ingat tertulis disitu, "pribadi baik datang dari fikiran yang positif." Mengingat hal itu saya merubah karakter saya pelan -pelan menjadi seorang yang humoris, dimana saya berada saya bertekad bisa mencairkan suasana. Alhamdulillah sekarang saya seperti itu. Benar gak sih? #muji diri sendiri ..hhahaha

Kembali ke kisah saya, jika saya tidak salah, setelah sms terakhir 2012, saya dan mantan berdamai kembali itu sekitar tahun 2014 atau 2015,  keadaan sudah berubah. Saya juga sudah dewasa untuk bersikap bijak dan alhamdulillah, skarang hubungan saya dengan dia sudah berteman biasa tapi tidak bersahabat sedekat dulu. Saya tidak tahu dinding apa yang menghalangi, mungkin rasa percaya yang sudah tidak sama atau mungkin ada perasaan orang lain yang dijaga. Bagi saya, it is not my concern!, tujuan saya hanya memperbaiki jalan rezeki saya saja, menjaga silahturahmi, karena sejatinya saya dan adik-adiknya serta kedua orang tuanya tetap keep contact guys dari sejak kami putus. Setiap lebaran saya tetap ucapkan lebaran baru tahun 2018 ini saja tidak, karena ada alsan kuat dibalik itu padahal saya juga ingin mengucapkan seperti biasa yang saya lakukan, tapi saya harus menahan diri, karena saya tidak mau dianggap "ngarep!". Ada beberapa sahabat yang sempat kaget kami berteman dan dengan santai berkomentar " Nanti, kalian balikan!" dan ada yang berkomentar "Nanti dia jodohmu, ko bilang dari dulu selalu aja dimimpiin dia tiba-tiba!"  dan segala macam komentar bernada doa, saya hanya tersenyum simpul tidak membenarkan tidak juga menafikan, itu urusan lain dalam hati saya. ๐Ÿ˜–



Bagi saya, yang bermasalah dengan saya hanya dia, bukan keluarganya. Begitu juga dia dengan abang saya yang memang dekat dari sekolah asrama dulu, yang pasti dia berubah saya juga berubah. Keadaan dan banyak hal yang membuat kami berdua jadi seperti sekarang. Kami juga masih berteman, dan kadang ada yang penting saya tidak segan untuk menghubungi dia, karena dari semua kejadian saya sadar, memaafkan orang-orang dimasa lalu adalah cara terbaik untuk bertemu orang-orang baik dimasa depan. 

Saya juga sadar akan sebuah hadist . Jika ada seseorang yang tidak bertegur sapa dengan saudaranya lebih dari 3 hari maka hal itu berdosa besar karena sudah memutuskan silahturahmi. 


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ู„َุง ูŠَุญِู„ُّ ู„ِู…ُุณْู„ِู…ٍ ุฃَู†ْ ูŠَู‡ْุฌُุฑَ ุฃَุฎَุงู‡ُ ูَูˆْู‚َ ุซَู„َุงุซِ ู„َูŠَุงู„ٍ
“Tidak halal bagi seorang muslim untuk memboikot (tidak menyapa) saudaranya lebih dari 3 hari.” (HR. Bukhari 6237 dan Muslim 2560).
Anda bisa perhatikan hadis di atas, Sumber https://konsultasisyariah.com/19941-tidak-bertegur-sapa-3-hari.html
Alhamdulillah, saat saya masih di Batam, dia juga ada kunjungan kerja disana, kita ketemuan ya seperti tidak ada apa-apa. Niat saya hanya ingin berdamai dengan ego saya. 

Terhitung hubungan silahturahmi saya dengannya sejak 2006-2016, sudah berapa tahun yak?? hahaha. Tahun 2017 saya pulang ke Medan, dan dia juga pulang tapi saya tidak tahu bulan berapa. Sampai ada suatu hari kita bertemu di acara pesta pernikahan sahabat kami, alhamdulillah semua berjalan baik. Kita juga sempat berfoto bersama. Maaf photonya saya tidak posting. Menjaga reputasi mantan . ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„

Bagi teman-teman yang masih bermusuhan dengan mantan, yuks say! sudahi saja amarah itu. Kita juga harus mengumpulkan pahala untuk akhirat. Memaafkan lebih baik apalagi bertegur sapa. 

Seburuk apapun yang pernah dilakukan mantan, itu terjadi karena keinginan keduanya bukan?. Selama tidak mempermalukan dan merugikanmu dari berbagai hal, maafkan saja. Insyaaallah hidup lebih tenang dan lebih lancar rezeki kita. ๐Ÿ˜ƒ

Berlama-lama dengan kebencian malah berakibat buruk, hati kita adalah tempat baik buruknya kita. Sampai kapan hati kita dipenuhi dengan dendam? bagaimana kalau besok kita sudah menjadi almarhum? rugi sekali rasanya ibadah kita selama ini tidak sempurna karena kita memusuhi saudara seiman. 

Setelah tulisan yang panjang, saya akhiri dulu kisah cinta ribet yang saya alami dulu. HAHAHAHAHA.. 

Terima Kasih sudah membaca huruf demi Huruf yah guys!
Big Love ❤❤❤
Kamsahamnida , Sarang Haeyo ๐Ÿ’“๐Ÿ’“


Zikria Budiman | Women of Her Words
#Blog 17| | True Story of My Life | Located : Batam, Medan & Kuala Lumpur| 8.1.19 |07:05 am
 

Posting Komentar

36 Komentar

  1. Sepertinya ini cerita cinta terpendam dan ada penyesalan di akhir deh... Makanya kak jangan pendam perasaaan... Sakit lho kalau mantan udah jadian sama orang lain. #eh

    Btw ke Batam tahun 2009? Lama juga ya kak.

    Lalu sekarang sama mantam itu gimana? Kalau bisa kembali, kenapa tidak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. lama dung bg.. 2009 bok.. wkaka makanya ane sangat jatuh cinta ama.batam.
      cerita ni sudah bukan cinta terpendam. sudah lama berlalu.. buat balikan gk mgkn wakkaakkaa

      Hapus
  2. Balasan
    1. semoga bisa menjadi pribadi yg lebih baik ya stri.. hihi

      Hapus
    2. aamiin, zik.....makasiiiiii

      Hapus
  3. Kubaca bait pertama tulisan Kaka langsung auto mode on presenter silet
    (Apa cuma eyke aja yg kek gini๐Ÿ˜…)
    Mantan..
    Mantan...
    Mantan....
    Tapi gak manten
    #ups

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakakakakaka mantan tp.belom rentu manten hahaha iya nyesek mah

      Hapus
  4. Bahkan mantan yang jadi manten pun awak sesali ๐Ÿ˜‚


    Maksudnya, ternyata gak ada gunanya dekat dengan lawan jenis.
    Lebih baik, tukar biodata, ta'aruf, kalo cocok nikah..
    #eaaaa

    Palingan ada bahan yang sering kita obrolin seputar masa lalu.

    "Dulu ngapain ya kita pacaran ?"

    Wkwkwk
    Tapi masa lalu, gak bisa diputar kembali.
    Hanya satu yg gak jadi disesali..


    Untung lembar halaman skripsi ucapan big thanks buat mantan pacar alias suami.
    ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. wakakaka tulah kak icha masik.mending.. skripsi ada nama yg ditulis.. drpd awak.. ntah mau nulis sapa..hanya ortu ..adek dan sahabat. yg tersayang gk ada hahaha

      trnyata pacaran harom hahahah

      Hapus
  5. Alhamdulillah.. bisa berdamai dengan hati dan mantan. Sayang saya masih susah damai dengan ingatan. ๐Ÿ˜…

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya..ingatan.tu gk.bisa dikontrol..kapan munculnya kapan lupanya tu yg gk bisa diatur. nyesek kadang huhu

      Hapus
    2. iyah bener.. ingatan ini kadang suka.galau.. hahah klo ingat mantan

      Hapus
  6. Ini cerita sgat menginspirasi bget beb,, bahkan ane aj skrg shabatan sma mantan.. Tp bukan balikan.. Awalnya membenci bget, tp semua bsa hilang dan terhapus jika ingat buruknya mantan.. And.. Rasa itupun hilang lenyap di bawa terbang oleh angin..
    Yyuukk resolusi kita di tahun 2019, maafkan mantan.. Biar cepat jadi manTen.. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya beb.. thats why.. kita maafin saja.. biar cepat jadi manten. aamiin.. 2019 go halal

      Hapus
  7. Itulah makanya islam tak membolehkan pacaran bkn krn menghalangi tp jg memghalangi baper yg begini,, jgn oacaran lagi biar gada mantan ahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar sekalik kak, mending kalau trauma nya bentar ada yg gila hahaha malah masuk rumkit jiwa hahah

      Hapus
  8. Untung gak punya mantan hehe. Insyaallah gak pacar2an ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    BalasHapus
    Balasan
    1. masyaallah sulit mencari lelaki normal tak pacaran jaman now, semoga ketemu sama akhwat yang begini jg aamin

      Hapus
  9. semangat kakak... moga di tahun ini ketemu seseorang yang gak bakal jadi mantan

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin kakak ku, kalo ada sodara kaka mau jodohkan boleh lah dikenalin ahahahahah

      Hapus
  10. Semoga tahun ini ketemu seseorang yg bisa nemenin duduk jd manten, aaamiiinn

    BalasHapus
    Balasan
    1. masyaallah aamiin amiin dimana pon dia berada berharap hadir segera amiin ahah

      Hapus
  11. masa lalu, biarlah berlalu ,,, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. sengaja ditulis disini biar keluar dari otak dan fikrian, dan ntah kapan atau 2 tahon lagi dibaca aja baruingat hahahaha

      Hapus
  12. Jadi terharu....ayok yg tidak cakapan baik dgn mantan or temen segera komunikasi lagi .... ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar kak, karena sudah trauma begitulah, smog yang masih musuhan sama mantan kembali berbaikan lagi

      Hapus
  13. baca awal nya asik. tapi bingung juga ngeliat banyak fosil :v.
    tentang kuliah, kalau yang kuliah sambil kerja gimana ya..
    nah akhirnya aku malu sama diri sendiri setelah baca ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. wkakaaka.. iya akak kuliah sambil kerja..pagi jam 7 sampe jam 4 kerja..kukiah jam 7 malam sampe jam 10 malam hahaha

      Hapus
  14. mantan adalah fosilnya ya.....hahahha...

    nice share kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. itulah kak.. fosil yg kadang diingat klo dah masuk buku sejarah hahaha

      Hapus
  15. kalau bahas mantan gak akan ada habisnya kak haha, lebih baik fokus kedepan. karena hidup adalah untuk maju, bukan untuk mundur kebelakang #mendadakbijak

    BalasHapus
    Balasan
    1. benar kak..bener banget .. setelah nulis di atas..diriku mendadak luoa senua masa lalu kak hahaa.. maaci nasehatnya kak hihi

      Hapus
  16. Yawlaa. Aku sebagai junior ngerti si gimana cara nya ketemuan dibelakang GOR wkwk.
    Gapernah kena beko beko cinta kak? Wahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. gak dek kakak lihai wkakaka baca vismillah sblom.buat nakal hahaha

      Hapus
  17. Kak, masih bersyukur deh punya mantan ada yang jadi pelajaran, gimana ane belum jadian udah ditinggalin, gimana move one nya coba jadian aja kagak hahahha

    BalasHapus
    Balasan
    1. sabar dek.. ketemu laki2 yg salah memang buat kita sedih dan sakit ati

      Hapus