1# BRI SEBAGAI DEBITUR UTAMA RUMAH KOS JAMEELA HOUSE- MEDAN

SYARAT BERKAS UNTUK PENGAJUAN PINJAMAN USAHA MIKRO MELALUI BANK RAKYAT INDONESIA (BRI), KCP AKSARA MEDAN.

Hari ini adalah hari ke-4 aku menghabiskan waktu dalam sebuah urusan yang sangat penting untuk masa depan keluarga Budiman Selian. Berkat doa ibu dan dukungan adik beradik yang lain, akhirnya pengajuan dokumen ke Bank BRI KCP Aksara, Medan susah diajukan kepada Ibu Liliana marketing di Bank BRI dan hanya dokumen izin usaha dari Kantor Camat saja yang masih dalam pengurusan.

Back to Past, sejak hari Sabtu minggu lalu, aku sudah membuat target dalam 1 minggu kedepan aku akan menyelesaikan urusan pengajuan berkas ke Bank yang dituju  dengan cara apapun itu. Pagi Sabtu, seharusnya digunakan untuk berolahraga bersama bg Mahbub akan tetapi demi tercapai target yang aku inginkan, aku bersiap-siap lebih awal bahkan mandi pagi saja aku lakukan pada jam 7.00 pagi. Ummi yang sedang asyik menonton SWARAGINI terpaksa ikut karena aku memaksa, meskipun bg Mahbub sudah memberitahu kalau Bank BRI tutup pada hari Sabtu, akan tetapi aku dan Nida ngotot kalau Bank BRI tetap buka. Jam menunjukkan pukul 9.00 am aku dan ummi  berangkat menuju ke Bank BRI dan dengan menghabiskan perjalanan 30 menit akhirnya sia-sia, si Bank TUTUP. Ampun dech!! 👊👊👊😠

Akhirnya berubah rencana menjadi ke Lapangan Merdeka membeli Kamus OXFORD untuk Amanah, sepupu dari Kutacane di Pesantren Raudhatul Hasanah. Lanjut ke topik awal. karena Bank tutup pada hari Sabtu maka perjalanan akan dilanjutkan pada Hari Senin.

Sebenarnya sebelum memutuskan pengajuan ke Bank BRI, kami telah melakukan  survey ke Bank SUMUT dari referensi Pak Joni Lubis salah seorang tetangga yang juga sudah memiliki Usaha Mikro dalam bentuk Kos-Kosan di daerah perumahan Medan Estate. Syarat dan ketentuan kedua bank ini sangat berbeda jauh. Sejujurnya survey bank saja kami membutuhkan waktu 1 Minggu. Hampir putus asa, bahkan Bank Mandiri Syariah dan Bank Permata juga sudah kami tanyakan, namun syarat dan ketentuan yang membutuhkan Slip gaji karyawan membuat kami tidak mau mengajukan pada kedua Bank tersebut.

Pengajuan selanjutnya akan kami lakukan di Bank BRI KCP Aksara ataupun Bank SUMUT yang pada awalnya memberikan syarat yang mudah. Pagi Senin, aku dan ummi berangkat lebih awal, dan amazing sekali, aku juga sudah mandi jam 5.00 pagi karena harus mengantar Niza ke Sekolah di Sunggal, jam 8.25 am aku tiba kembali di rumah dan langsung bergegas ke BRI Cabang di Kawasan Putri Hijau bersama ummi. Dalam fikiranku jika Bank BRI tidak jelas seperti yang diceritakan ummi saat beliau ke KCP aksara maka aku akan lanjutkan pengajuan ke Bank SUMUT.

Saat aku sudah mengambil nomor antrian di Bank BRI, bapak satpam menghampiri kami  dan beliau mengarahkan kami ke gedung sebelah lantai 3 untuk bertemu marketing langsung. Sebaik keluar dari lift, tidak ada orang atau resepsionis yang tersedia sehingga kami berdua duduk santai di sofa selama 10 menit. Seorang wanita keluar dari ruangan didepan kami, ruangan tersebut menggunakan security machine, sehingga tidak bisa dibuka dari luar tanpa password. Wanita tersebut menyapa dengan sopan dan kami menyatakan maksud ingin bertemu dengan marketing. akhirnya kami diarahkan kesebuah lorong dan disana kami diminta duduk menunggu, sampai 10 menit menunggu seorang pria keluar, dan memperkenalkan diri namun penjelasan beliau tidak menghasilkan solusi, bahkan tidak sama denga penjelasan yang diketahui ummi dari Marketing KCP Aksara yang menyatakan nominal yang kami pinjam bisa mencapai nilai yang  kami butuhkan. Selanjutnya karena marketing tersebut tidak bisa membantu kami , dia  mengalihkan kami  ke Marketing KPR namun sama saja, marketing tersebut malah memberatkan dengan berbagai syarat. Jujur saat itu agak kesal karena sesama marketing namun beda kantor dan lokasi beda pendapat. Untuk menenangkan hati, aq mengajak ummi ke Kantor BRI kcp Aksara karena hati ini masih kesal dengan pernyataan marketing Cabang, setibanya di kantor tersebut jam menunjukkan Jam 11.30 siang. Sang Marketing tidak ada dilokasi dan aq sempat meminta nomor Hape beliau dari petugas yang ada. Kami berdua puang dengan rasa kecewa.

Hari Selasa, perjuangan dilanjutkan. Aku dan Ummi pergi ke Bank BRI lagi untuk menemui ibu liliana dan beliau tidak ada ditempat padahal sebelumnya kami sudah SMS ternyata beliau jadwal wajibnya harus ke kantor Cabang setiap Selasa. Jujur, aku gedeg banget, karena aku masih penasaran dengan cerita ummi tentang melakukan peminjaman diatas 100jt. Berhubung kami tidak menemui ibu liliana, maka  kami ke Kantor Lurah yang mana Surat ini dibutuhkan untuk pengantar meminta  surat izin saha dari Kantor Camat nantinya.

Pembuatan Surat Izin Usaha dari Lurah Siderejo karena alamat asrama Hubbul Wathan yang sedang berjalan adalah di Jl. Williem Iskandar , Gg Murni Nomor 6B. Setelah bertanya ke tetangga asrama disebelah asrama ternyata   Kantor Lurah tersebut terletak di Jl. Suloh. Tiba di lokasi tersebut, ramai sekali orang yang mengantri dan dokumen kami akan di siapkan segera dan dapat diambil setelah ibu admin yang menghubungi kami. Sambil menunggu surat tersebut selesai kami pergi ke Kantor Balai Desa Medan estate yang terletak dibelakang Universitas Muslim Area (UMA). Namun Ibu Sumi tidak ada dilokasi, dan akhirnya kami melanjutkan perjalanan menuju Home Smart yang terletak di Gatot Subroto. Kami ke Home Smart untuk seurvey harga Cat dan lampu, juga alat lain seperti gagang pintu, lampu taman, keramik dan kunci. Selama 2 jam kami mengelilingi tempat tersebut dan sholat di musholla yang disediakan. Bersebelahan Home Smart terdapat Restoran Ayam Penyet Jakarta dan dilanjutkan perjalanan menuju Mitra 10 namun perbandingan harga jauh lebih murah di Home Smart. Akhirnya setelah lelah, aku dan ummi pulang kerumah tanpa hasil. Perjuangan dilanjutkan keesokan harinya.

Hari Rabu, berhubung ummi ke Brandan dikarenakan adanya urusan alumni, maka aku sendiri yang pergi menjemput dokumen di Kantor Lurah dan menemui ibu liliana. Rencanaku juga diilanjutkan pergi ke Kantor Lurah Medan Estate untuk meminta Surat kematian Buya. Setelah bertemu dengan ibu Liliana. beliau menjelaskan beberapa syarat dan alhamdulillah semua sudah ada tinggal surat izin usaha dari Camat saja.

Seperti yang diinformasikan ibu liliana  syarat untuk pengajuan dari Bank BRI untuk melakukan peminjaman Usaha Mikro adalah sebagai berikut : KTP (FC), Kartu Keluar (FC), NPWP Peminjam (FC), Buku Tabungan BRI Cover dan isi transaksi (FC) dan Surat Asli Izin Usaha Mikro Kecil yang diterbitkan dari Kantor Camat yang menjadi lokasi tempat usaha yang sedang berlangsung.


Dan seluruh dokumen saya lengkapi, untuk Surat Izin Usaha harus disiapkan dahulu dari Kantor Lurah, untuk syarat dokumen tersebut kita harus menyerahkan foto copy Kartu Keluarga dan KTP dan kita juga menyerahkan 1 buah materai untuk kebutuhan surat pernyataan. Surat akan selesai jika sudah dtiandatangani Pak Lurah. Setelah Surat tersebut selesai, kita juga harus meminta Surat Izin Usaha Mikro Kecil dari Kantor Camat, dimana Kantor Camat akan meminta kita menyerahkan beberapa dokumen untuk syarat yaitu, photo 3x4 sebanyak 2 buah, Surat Pernyataan yang ditandatangani Lurah (Fotocopy), dan Surat dari Lurah (Fotocopy). Seluruh dokumen  diserahkan kepada kanntor Camat setelah itu Kanto Camat akan mengeluarkan surat dan dengan kelengkapan Surat Izin Usaha ini maka uang pinjaman akan dicairkan. Ini adalah contoh Surat Lurah yang telah diterbitkan.
bagaimana ya mau di rotate gak bisa.. huhuhu 😓😠

Berhubung saya masih penasaran dengan Bank SUMUT, aku sempatkan singgah ke Bank tersebut. Harapan senang akhirnya sirna karena beda orang yang aku temui membuat syarat dan dokumen yang dimiinta lebih banyak dan agak ribet. Biaya lain-lain juga besar sekali nilainya. Akhirnya keputusan jatuh di Bank BRI. 
Finnally, Hari ini Hari kamis, sebbelum berangkat menuju Bank BRI aku dan ummi menyempatkan diri ke Kantor Camat untuk mengajukan permintaan surat Izin Usaha yang kami butuhkan.   daerah Medan apa gitu. Dengan langkah pede saya juga menghampiri petugas disana sambil tersenyum menyerahkan surat lurah, Entah bagaimana caranya saya malah berhenti di Kantor Lurah dan malah dengan pedenya menyerahkan surat izn usaha dari Lurah, spontan isi ruangan tersebut tertawa, agak malu sich tapi ya sudahlah nasi sudah menjadi bubur ayam. namun tiba-tiba sang bapak malah Dan diarahkan menuju loket umum . Lalu kami dipersilahkan masuk kedalam. Didalamnya kami dijelaskan syarat2 yang dibuthkan adalah  seperti diparagraf sebelumnya ya.. hehehhe (lelah adek ngetik bang) ☺☺👶

Setelah semua berkas sudah diserahkan tinggal Surat dari Camat saja yang belum. Semoga allah memberikan kesempatan untuk kami memperbaiki  rumah dengan jalan ini. Bagi oembaca , mohon doa supaya pengajuan kami disetujui, aaminn

#Blog 10| | TRAVEL STORY | Located : MEDAN - HM YAMIN | 27.07.17| 08:40PM

Posting Komentar

2 Komentar